Rabu, 24 April 2013

Perkembangan Peserta Didik

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Dalam dunia pendidikan dan pengajaran yang menjadi fokus perhatian adalah peserta didik, baik taman kanak-kanak, sekolah dasar, pendidikan menengah ataupun perguruan tinggi. Didalam materi ini membahas mengenai hakiakat pertumbuhan dan perkembangan dengan factor-faktor yang mempengaruhinya, serta fase-fase dan hukum-hukum perkembangan. A. Hakikat Pertumbuhan Dan Perkembangan Dengan mempelajari peserta didik kita akan memperoleh keuntungan. pertama, kita mempunyai ekspektasi yang nyata tentang anak dan remaja. Dari psikologi perkembangan akan diketahui pada umur berapa anak mulai berbicara dan mulai mampu berpikir abstrak. Hal-hal itu merupakan gambaran umum yang terjadi pada kebanyakan anak, disamping itu akan diketahui pula pada umur berapa anak tentu akan memperoleh keterampilan prilaku dan emosi khusus. Kedua, pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu kita untuk merespon sebagaimana mestinya pada prilaku tertentu dari seorang anak. bila seorang anak dari taman kanak-kanak tidak mau sekolah lagi karena digangu temannya, apa yang harus dilakukan oleh guru dan orangtuanya? Ketiga, pengetahuan tentang seorang anak akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembangan yang normal. Bila anak umur dua tahun belum berceloteh (banyak bicara) apakah dokter dan guru harus mengkhawatirkan? Keempat, dengan mempelajari perkembangan anak akan membantu memahami diri sendiri. Psikologi perkembangan akan secara terbuka mengungkapkan proses pertumbuhan psikologi, proses-prosses yang akan dialami dalam kehidupan sehari-hari.Yang lebih penting lagi,pengetahuan ini akan membantu kita memahami apa yang kita alami sendiri,misalnya mengapa masa puber kita lebih awal atatu lebih lambat dibandingkan dengan teman-teman lain. Berikut ini adalah beberapa hal yang mendasari pentingnya mengetahui pertumbuhan dan peerkembangan peserta didik. 1. Masa Perkembangan Yang Cepat Pada anak terjadi pertumbuhan-pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan perubahan-perubahan yang dialami spesies lain. Perubahan fisik, misalnya pada tahun pertama lebih cepat dari pada tahun-tahun berikutnya. Hal yang sama terjadi juga pada perubahan yang menyangkut interaksi social, perolehan dan penggunaan bahasa, kemampuan mengingat serta berbagai fungsi lainnya. 2. Pengaruh Yang Lama Alasan lainnya mengapa mempelajari anak ialah bahwa peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun awal menunjukkan pengaruh yang lama dan kuat terhadap perkembangan individu pada masa-masa berikutnya. Kebanyakan ahli teori psikologi berpendapat bahwa apa yang terjadi hari ini sangat banyak ditentukan oleh perkembangan kita sebagai anak. 3. Proses Yang Kompleks Sebagai penelitian yang mencoba untuk memehami perilaku orang dewasa yang kompleks, berpendapat bahwa mengkaji tentang bagaimana perilaku itu pada saat masih sederhana akan sangat berguna. Suatu pendekatan terhadap masalah ini adalah dengan mempelajari proses kemampuan berbahasa. Anak membantu kalimat yang hanya terdiri atas satu atau dua kata, kalimat itu muncul dengan mengikuti aturan yang telah diajarkan oleh orang dewasa. Dengan mengkaji kalimat pertama tersebut diharapkan peneliti bahasa bertambah wawasannya tentang mekanisme cara berbicara orang dewasa yang lebih kompleks. 4. Nilai Yang Diterapkan Kebanyakan ahli psikologi perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali mengkaji pertanyaan-pertanyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya. Produk penelitian ini kadang-kadang dapat diterapkan di dunia nyata. 5. Masalah Yang Menarik anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh teka-teki serta menarik untuk dikaji. Kemudahan anak umur dua tahun untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal dari karakteristik anak yang sedang berkembang. B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Perilaku genetik yang mendukung pentingnya pengaruh keturunan menunjukan pentingnya pengaruh lingkungan. banyak aspek yang mempengaruhi faktor genetik yaitu kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan. 1. Kecerdasan Menurut Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasaan itu diwariskan (diturunkan). Dan juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasaan. 2. Temperamen Temperamen adalah gaya perilaku karakteristik individu dalam merespon. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi yang menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungan dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. Sebagian bayi merespon orang lain dengan hangat, sebagian lagi pasif dan acuh tidak acuh. Gaya-gaya perilaku tersebut diatas menunjukkan temperamen seseorang. Menurut Thomas dan chess (1991) ada tiga tipe dasar temperamen yaitu mudah,sulit,dan lambat untuk dibangkitkan. a. Anak yang mudah umumnya mempunyai suasana hati yang positif dan dapat dengan cepat membentuk kebiasaan yang teratur, serta dengan mudah pula menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. b. Anak yang sulit cenderung untuk bereaksi secara negative serta sering menangis dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru. c. Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah, kadang-kadang negative, dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau pengalaman baru. Chess dan Thomas, berpendapat bahwa temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir dan akan dibentuk dan dimodifikasioleh pengalaman-pengalaman anak pada masa-masa berikutnya. Para peneliti menemukan bahwa indeks pengaruh lingkungan terhadap temperamen sebesar 50 sampai 60 menunjukan lemahnya pengaruh tersebut. Kekuatan pengaruh ini biasanya menurun saat anak itu tumbuh menjadi lebih besar. Menetap dan konsisten tidaknya temperamen bergantung kepada “ kesesuaian “ hubungan antara anak dengan orangtuanya. 3. Interaksi Keturunan Lingkungan dan Perkembangan Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan. Pengaruh genetik terhadap kecerdasaan terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Kita mengetahui pula bahwa dengan dibesarkan pada kecil pada kepribadian dan minat. Alasan terjadinya hal itu ialah mungkin karena keluarga mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi. Mereka tidak mengarahkan anak kearah minat dan kepribadian yang sama. Kebanyaan orangtua menghendaki anaknya untuk mencapai tingkat kecerdasan diatas rata-rata. C. Fase-Fase Perkembangan Setiap orang berkembang dengan karakteristik tersendiri. Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahaan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. dalam perkembangan terdapat pertumbuhan. Pola gerakan itu kompleks karena merupakan hasil ( produk ) dari beberapa proses: 1. Proses biologis meliputi perubahan-perubahan fisik individu. Gen yang diwarisi dari orangtua, perkembangan otak,penambahan tinggi,berat,keterampilan motorik, dan perubahan-perubahan hormone pada masa puber mencerminkan peranan proses-proses biologis dalam perkembangan. 2. Proses kognitif meliputi perubahan-perubahan yang terjadi pada individu mengenai pemikiran, kecerdasan dan bahasa. Mengamati gerakan mainan bayi yang digantung,hubungkan dua kata menjadi kalimat, menghapal puisi dan memecahkan soal-soal matematik, mencerminkan peranan proses-proses kognitif dalam perkembangan anak. 3. Proses sosial meliputi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubunagn individu dengan orang lain,perubahan-perubahan dalam emosi dan perubahan-perubahan dalam kepribadian. Perubahan pada perkembangan merupakan produk dari proses-proses biologis,kognitif,dan sosial. Proses-proses itu terjadi pada perkembangan manusia yang berlangsung pada keseluruhan siklus hidupnya. Pembagian fase menurut Santrok dan Yussen ada lima yaitu: 1. Fase pra natal adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. 2. Fase bayi adalah berkembangan yang berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. 3. Fase kanak-kanak awal adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa bayi smpai 5 atau 6 tahun, kadang-kadang disebut masa pra sekolah. 4. Fase kanak-kanak tengah dan akhir adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 11 tahun, sama dengan masa usia sekolah dasar. 5. Fase remaja adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira 18 sampai 22 tahun. D. Pola-Pola Perkembangan Afektif Pada Manusia Erik H. Erikson mengemukakan bahwa perkembang manusia adalah sintesis dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas 8 tahap yaitu: 1. Truts vs minstrus/kepercayaan dasar (0;0-1;0) 2. Autonomy vs shame and doubt/otonomi (1;0-3;0) 3. Initiatives vs guilt/inisiatif (3;0-5;0) 4. Industry vs inferiority/produktivitas (6;0-11;0) 5. Identity vs role confusion/identitas (12;0-18;0) 6. Intimacy vs isolation/keakraban (19;0-25;0) 7. Generavity vs self absorption/generasi berikut(25;0-45;0) 8. Integrity vs despair/ intergitas (45;0…) E. Pola Perkembangan Kognitif Dari Jean Piaget Perkembangan kognitif anak berlangsung secara teratur dan berurutan sesuai dengan perkembangan umurnya. Maka pengajaran harus direncanakan sedemikian rupa disesuaikan dengan perkembangan kecerdasan peserta didik. Piaget mengemukakan proses anak sampai mampu berpikir seperti orang dewasa melalui 4 tahap perkembangan, Yaitu: 1. Tahap sensori motor (0;0-2;0) 2. Tahap praoperasional (2;0-7;0) 3. Tahap operasional konkrit (7;0-11;0) 4. Tahap operasional formal (11;0-15;0) F. Tugas-Tugas Perkembangan Menurut Robert J. Havighurs adalah sebagian tugas yang muncul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan individu, yang merupakan keberhasilan memberikan kebahagiaan serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya. Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan bagi individu, penolakan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas perkembangan berikutnya. Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak: 1. Belajar berjalan 2. Belajar makan makanan padat 3. Belajar mengendalikan gerakan badan 4. Mempelajari peran yang sesuai dengan jenis kelaminnya 5. Memperoleh stabilitas fisiologis 6. Membentuk konsep-konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan fisik 7. Belajar menghubungkan diri secara emosional dengan orangtua,kakak,adik,dan orang lain. 8. Belajar menbedakan yang benar dan salah Tugas perkembangan masa kanak 1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan tertentu 2. Membentuk sikap tertentu terhadap diri sendiri sebagai organisme yang sedang tumbuh 3. Belajar bergaul secara rukun dengan teman sebaya 4. Mempelajari peranan yang sesuai dengan jenis kelamin 5. Membina keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung. 6. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari 7. Membentuk kata hati, moralitas dan nilai-nilai 8. Memperoleh kebebasan diri 9. Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan lembaga sosial Tugas perkembangan masa remaja 1. Memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari kedua jenis kelamin 2. Memperoleh peranan sosial dengan jenis kelamin individu 3. Menerima fisik dari dan mengunakan badan secara efeltif 4. Memperoleh kebebasan diri melepaskan ketergantungan diri dari orangtua dan orang dewasa lainya 5. Melakukan pemilihan dan persiapan untuk jabatan 6. Memperoleh kebebasan ekonomi 7. Persiapan perkawinan dan kehidupan berkeluarga. 8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga Negara yang baik. 9. Memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertangung jawabkan secara social. 10. Memperoleh seperangkat nilai dan system etika sebagai pedoman berperilaku. Tugas perkembangan masa dewasa awal 1. Memilih pasangan hidup. 2. Belajar hidup dengan suami atau istri. 3. Memulai kehidupan berkeluarga. 4. Membimbing dan merawat anak. 5. Mengolah rumah tangga, 6. Memulai suatu jabatan. 7. Menerima tanggungjawab sebagai warga Negara. 8. Menemukan kelompok social yang cocok dan menarik. Tugas perkembangan masa setengah baya 1. Meperoleh tanggungjawab social dan warga Negara. 2. Membangun dan mempertahankan standar ekonomi. 3. Membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab dan bahagia. 4. Membina kegiatan mengisi waktu sengang orang dewasa. 5. Membina hubungan dengan pasangan hidup sebagai pribadi. 6. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan fisik sendiri 7. Menyesuaikan diri dengan pertumbuhan umur. Tugas perkembangan orang tua 1. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kesehatan dan kekuatan fisik 2. Menyesuaikan diri terhadap masa pension dan menurunnya pendapatan 3. Menyesuaikan diri terhadap meninggalnya suami atau istri 4. Menjalin hubungan dengan perkumpulan manusia usia lanjut 5. Memenuhi kewajiban social dan sebagai warga Negara 6. Membangun kehidupan fisik yang memuaskan. Menurut Havighurst setiap tahap perkembagan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan social. Dikemukakan nya perkembangan yang dicapai individu pada masa kanak-kanak masa anak masa remaja masa dewasa awal masa setengah baya dan masa tua. Ada dua alasan mengapa tugas perkembangan ini penting bagi pendidikan pertama membantu memperjelas tujuan yang akan di capai di sekolah. Kedua konsep ini dapat dipergunakan sebagai pedoman waktu untuk melaksanakan usaha-usahu pendidikan. G. Hukum-Hukum Perkembangan 1. Prinsip dasar perkembangan Menurut carol gestwicki (1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan . a. Dalam perkembangan terdapat urutan yang dapat di ramalkan. b. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. c. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal. d. Perkembangan merupakan hasil interaksi factor-faktor biologis dan factor-faktor lingkungan. e. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling berhubungan, dengan semua aspek-aspek ( fisik, kognektif,emosional,social) yang saling mempengaruhi f. Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing. g. Perkembangan berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks, dari yang umum kepada yang khusus. Menurut penelitian sutterly dan donnely mengenai proses pertumbuhan menghasilkan 10 prinsip dasar pertumbuhan. 1. Perubahan adalah kompleks dan semua apek-aspeknya berhubungan sangat erat. 2. Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif. 3. Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur 4. Pada pertumbuhan dan perkembangan terhadap keteraturan arah 5. Tempo pertumbuhan tidak sama 6. Aspek-aspek yang berada dari pertumbuhan perkembangan pada waktu dan kecepatan yang berbeda 7. Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat dimodifikasi oleh factor-faktor intrinsic dan ekstrinsik 8. Pada pertumbuhan dan perkembangan terhadap masa- masa kritis 9. Pada suatu organisme ada kecenderungan untuk mencapai potensi perkembangan yang optimal 10. Setiap individu tumbuh dengan caranya sendiri yang unik H. Hakikat Pengalaman Belajar Menurut Bandura(1969) menjelaskan sistim pengadilan prilaku yaitu: 1. Stimulus control 2. Outcome control 3. Symbolic control I. Kaitan Perkembangan Dengan Pengalaman Belajar Pengalaman belajar seseorang sangat erat kaitannya dengan gaya belajar yang dipengaruhi oleh bebagai variable, yaitu factor fisik,emosional,sosiologis dan lingkungan. Michael grinder (1991) telah mengajarkan gaya-gaya belajar dan mengajar kepada banyak instruktur. Sebuah pepatah cina kuno yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Saya mendengar, maka saya lupa, Saya melihat,maka saya ingat, Saya melakukan, maka saya memahami. J. Anak Berkembang Sebagai Pribadi Yang Utuh pembentukan intelektual memang penting.anak pandai disukai oleh guru dan orang tua akan tetapi karena segi pendidikan ini terlalu diutamakan, segi-segi lainnya kurang dapat perhatian. Konsepsi tentang pengajaran kemudian berubah dan sekolah yang modern lebih memperhatikan seluruh pribadi anak itu,baik mengenai segi jasmani, emosi, social maupun mengenai segi intelektualnya. HUKUM – HUKUM PERKEMBANGAN A. PRINSIP DASAR PERKEMBANGAN Carol Gestwicki (1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. 1. Dalam perkembangan terdapat urutan yang dapat diramalkan. Pemahaman tentang perilaku yang seharusnya terjadi berikutnya, akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutnya yang semestinya. 2. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi kesinambungan dengan baik bila anak didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesamenjadi tahap-tahap awal. Anak harus diberi waktu sesuai dengan yang mereka butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya 3. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal. Waktu-waktu yang mununjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat. Proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kesiapan. 4. Perkembangan merupakan hasil intereksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajar). Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar. Lingkungan menentukan arah perkembangan. 5. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang berhubungan, dengan semua aspek-aspek (fisik, kognitif, emosional, sosial yang saling mempengaruhi. Suatu program untuk memupuk perkembangan akan mendukung domain-domain yang lain dengan derajat kepentingan yang sama. Semua pengalaman belajar dikenal sebagai peluang-peluang yang terinteraksi untuk pertumbuhan, dan bukan merupakan keterampilan yang terpisah-pisah. 6. Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing. Suatu hal yang tidak mungkin dan berbahaya bila kita membandingkan individu-individu ditinjau dari umurnya. Setiap anak mempunyai kebutuhan dan karakteristik yang unik pada tahap tertentu. Hal ini memungkin kan terjadinya perbedaan dan pilihan-pilihan. 7. Perkembangn berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks, dari yang umum kepada yang khusus. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip ini tidak mungkin anak melampaui tahap tertentu atau diburu-buru pada perilaku tertentu bila mereka belum siap. Penelitian Sutterly dan Donnely mengenai proses pertumbuhan menghasilkan sepuluh prinsip dasar pertumbuhan : 1. Perubahan adalah kompleks dan semua aspek-aspeknya berhubungan sangat erat. Perubahan semua dimensi pertumbuhan terdapat saling keterhubungan yang dinamis. Untuk dapat mengonseptualisasikan perkembangan -manusia secara seksama, kita harus menyadari lingkup yang luas dari berbagai proses dan transformasi yang dapat terjadi secara simultan pada seorang individu. Sebagai contoh kompleksnya pertumbuhan ilah anak yang gagal untuk tumbuh karena kurangnya curahan kasih sayang dari ibunya. Hal ini menjelaskan bahwa faktor emosional merupakan bagian yang integral dari proses pertumbuhan. 2. Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif Perubahan –perubahan terjadi secara berangsur dan ada yang melalui penggantian sehingga memungkin kan tumbuh kita untuk tetap bertahan. Pertumbuhan yang yang terjadi secara berangsur-angsur mengimbangi bagian-bagian yang hilang agar dapat tetap berinteraksi dengan lingkungan. Misalnya, anak tumbuh secara berangsur baik tinggi maupun berat badannya, ia bertahan tumbuh walaupun ada bagian-bagian yang terbuang dan hilang dalam bentuk urine, kotaran, keringat pada kulit, oksidasi pada paru-paru dan penggantian sel-sel yang rusak. Kejadian itu menggambarakan fakta bahwa organisme adalah suatu konfigurasi yang harus terus menerus berubah agar dapat terus bertahan. Pengetahuan tersebut merupakan landasan untuk memahami pertumbuhan yang normal dan tidak normal, termasuk kanker, mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami melalui penelitian mutakhir sekalipun. Pertumbuhan terus terjadi melalui perkembangan dan integrasi sel dan jaringan yang berbeda, dengan kapasitas fungsional khusus untuk aktivitas internal dan tidak nampak. Kematangan adalah proses pertumbuhan yang mengubah organisme dalam arti mengganti dan menolak apa yang telah dipelajari dan diperoleh sebelumnya untuk dapat menggantikannya atau menyesuaikannya dengan fungsi atau proses yang baru yang lebih sesuai dengan ukuran, bentuk, dan fungsi yang sedang tumbuh dan kapasitas-kapasitas lainnya yang sedang berkembang. Istilah pertumbuhan dimaksudkan bukan hanya menunjukan brangsurnya pertumbuhan tinggi dan besarnya fisik, pertumbuhan ini mencakup juga diferensikan struktur dan perubahan bentuk dan funrsi secara kesinambungan. Hal ini akan jelas dengan adanya urutan dalam proses pertumbuhan. 3. Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur Semua dimensi pertumbuhan terjadi secara teratur dan dalam urutan yang dapat dirmaalkan. Walaupun prosesnya terjadi secara reguler dan teratur hasilnya tidak seragam. Fase-fase perkembangan manusia terjadi penggandaan sel-sel (yang disebut incermental growth) dan berlanjut dengan adanaya perbedaan-perbedaan. Kekhususan menjadi sangat perlu demi ketahanan sel-sel yang tumbuh secara cepat. Permbuhan berlanjut dalam dan melalui sel-sel yang berbeda serta membnagkitkan jaringan-jaringan dan sistem organ. Karena pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan dan teratur, kita dapat mengenal pola pertumbuhan pada kebanyakan anak. Setiap anak (kecuali yang mengalami kelaianan) bergerak melalui tahap-tahap yang sama dengan karakteristik yang manusiawi. Tahap-tahap ini di hubungkan dengan aspek-aspek pertumbuhan seperti pengukuran fisik, perkembangan organ-organ dan kematangan fungsi pelaku. Keteraturan pola pengembangan dari konsepnya jelas. Kematangan struktur dan badan dari berbagai urutan akan berfungsi dengan karakteristik tertentu yang memungkin kan seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Karena itu pola perilaku yang dihasilkan akan dengan muncul dalam urutan yang teratur, mislanya dalam perkembangan bahasa dan perilaku sosial. Urutan normatif perkembangan motorik berlangsung sesuai dengan struktur perkembangan fisik melaui rangkaian perubahan-perubahan yang terjadi pada kematangan otot-otot, saraf, dan organ-organ. Dengan perkembangan yang simultan (serempak) pada postur dengan gerakannya anak yang pada awalnya belum dapat mengendalikan mata ,tangan dan jari-jarinya. Whipple (1966) mengatakan bahwa perkembangan pada mata, tangan,mulut merupakan koordinasi dalam melihat,merba, menjngkau dan menjajaki objek-objek. Pandangan yang hampa dan belum terarah pada bayi yang baru lahir, menunjukan bahwa otot-otot mata tidak terkoordinasi pada waktu lahir. Koordinasi in bertambah baik dan pada usia sebelumnya bayi sudah dapat melihat objek-objek yang dekat. Usia tiga bulan dia melihat dan mengikuti objek-objek bergerak pada 180 derajat dan keadaan keadaan sekelilingnya. Usia empat bulan pandangannya sudah jelas dan mulai melihat berbagai objek yang berbeda, terutama yang besar dan warna mencolok. Badannya mulai bereaksi dan tangannya secara “global” menuju objek, walaupun belum tentu berhasil menggapainya. pada usia lima bulan bayi mulai memfungsikan tangannya dengan batas gerak sampai sikut dan mulai “membawa” objek ke mulutnya. Pada usia tujuh bulan tangannyasudah lebih difungsikan, dengan berlatih memegang dan melepaskan pegangan. Urutan – urutan normatif seperti itu terjadi pula padaan perkembangan-perkemban kognitif, sosial dan psiko seksual. Karena perkembangan itu berkesinambungn, dari tahap yang satu akan beralih dengan berpengaruh pada tahap berikutnya. 4. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat keteraturan arah Tanner (1965) menyatakan bahwa manusia terdapat asimetri dalam simetri. Maksudnya, secara eksternal bagian kiri (badan) manusia hampir menjadi cerminan bagian kanan bagaimanapun secara internal organ-organ tubuh seperti usus, jantung, dan hati adalah asimetri. Sepitas lalu otak seolah-olah simetri. Sisi kiri otak mempunyai tanggung jawab langsung untuk sisi kanan badan dan sebaliknya. Hasil dari kajian yang dilakukan diketahui bahwa daerah bicara pada otak sebelah kiri lebih besar dari pada yang kanan. Orang yang dominan tangan kanan (tidak kidal) mungkin menjadi kidal pada manusia, karena daerah bicara berapada pada sisi kiri otak. Fakta menunjukan bahwa kedua sis otak tidak simetri, baik ukuran maupun fungsinya. Penelitian yang berkelanjutan mungkin menemukan bahwa apa yang nampaknya simetri pada perkembangan fisik tidak perlu simetris pada fungsinya. 5. Tempo pertumbuhan tidak sama Dari uraian terdahulu diketehui bahwa terdapat urutan yang tertentu dan teratur pada proses pertumbuhan. Pada setiap anak, terdapat variasi umur dalam mencapai jenjang-jenjang pertumbuhan karena kecepatan menjalani kehidupan antara seorang dan lainnya berbeda, walaupun setiap orang melalui jalan yang sama. Anak yang telah berkembang secara berkelanjutan sejak masa konsepsi, maengalami interupsi pada masa kelahiran dan kehilangan berat badan, secara berangsur bertambah ukuran/ besar dan beratnya. Pemberian makan yang tidak memadai dan tidak semestinya akan memperlambat pertumbuhan serta mungkin akan mengalami kesulitan asimilasi dan mencerna bahan makanan. Pertambaan berat badan yang terjadi secara teratur merupakan salah satu indikasi terjadinya perkembangan yang normal, tetapi ini bukan satu-satunya ciri. Kita tidak dapat menetukan tempo pertumbuhan anak hanya dapat melihat berat dan besarnya badan. Ukuran dan kriteria yang baik tentang pertumbuhan adalah sistem rangka tubuh. Rangka tubuh tumbuh mengikuti rancana perkembangan secara genetik yang terkontrol dan digunakan sebagai indeks kecepatan pertumbuhan organisme. Dengan menggunakan x-ray osificasi pada 29 tulang pergelangan dan tangan diketahui variasi yang terdapat pada anak-anak yang sama usianya. Urutan osifikasi ini teratur dan terjadi malalui tahap-tahap yang dapat diramalkan bila anak berada dalam keadaan sehat. Menetukan umur rangka dan umur tulang merupakan hal yang sangat berguna untuk mengukur kecepatan pertumbuhan dan kematangan fisiologis. Dalam menggunakan setiap ukuran tentang pertumbuhan akan terdapat variasi pada anak-anak yang seusia. Setiap anak secara individual mempunyai pola pertumbuhan sendiri-sendiri. Meskipun pertumbuhan sama, dengan anak lain waktu terjadinya pertumbuhan akan sangat individual. Adalah lebih penting untuk diketahui bahwa anak mempunyai hubungan yang konsisten dalam tinggi dan beratnya dengan anak lain dari pada hanya mengetahui bahwa dia itu tinggi atau pendek. 6. Aspek-aspek yang berada dari pertumbuhan berkembang pada waktu dan kecepatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan berbagai-bagai tumbuh pada waktu dan kecepatan yang berbeda serta mencapai titik maksimal pertumbuhan yang berbeda dari seluruh siklus kehidupan. Dibandingkan dengan ukuran, bagian badan lainnya, kepala bayi yang baru lahir lebih besar. Hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan kepala lebih pesat pada masa sebelum lahir (pra- natal). Selama tahun pertama pada saat pertumbuhan tulang belakang mendominasi, anak menjadi nampak bulat dan gemuk. Pada saat anak mulai belajar berjalan kepala dan badannya yang masih berat dan menyebabkan anak kelihatan pendek. Setelah tahun pertama kaki nya tumbuh lebih cepat dari pada bagian tubuh yang lain, sebagian lemak menghilang. Penampilan anak pra- sekolah nampak kecil. Makin lambat masa puber, makin lama pula waktunya untuk mencapai pertumbuhan kaki yang pesat karena anak itu yang cepat matang lebih pendek kakinya dari pada yang lambat matang. Anak laki-laki, yang matang lebih lambat dari anak perempuan, mempunyai dua samapai dua setengan tahun lebih lama sampai mencapai kepesatan pertumbuhan kaki. Adalah hal yang tidak baik dan tidak menguntungkan baik bagi laki laki maupun anak perempuan untuk memupuk persaingan antara kedua jenis kelamin disekolah kerena anak perempuan berkembang 2 tahun lebih awal. Pada waktunya, anak laki-laki anan menyusul ketinggalannya dan menjadi kuat. Otot-otot tidak menjadi hilang kekuatannya dengan bertambahnya umur, tapi akan berkurang bila tidak digunakan kekuatan maksimum akan tercapai pada masa awal dan hanya akan dapat diperhatikan dengan menggunakan atau memanfaatkannya. Beberapa ahli berpendapat bahwa untuk menghitung proses penuaan yang normal diperlukan studi-studi deskriftif yang lengkap. Suatu kajian tentang mekanisme penuaan dapat meanantang konsep-konsep penuaan. Trend terakhir dari penelitian mengenai aspek-aspek fisiologis penuaan menunjukan perubahan metode dan design daripada yang digunakan terdahulu. Hal ini dapat mengubah dasar bimbingan dan perawatan. Penelitian yang digunakan shock menunjukan bahwa penelitian terdahulu tentang perbedaan usia biasanya dilaksanaka terhadap subjek yang berusia tua dilembaga tempat mereka dirawat, kemudian dibandingkan dengan temuan-temuan dari kelompok-kelompok siswa pendidikan kesehatan,perbedaanya didasarkan atas usia. Penelitian saat ini mempertanyakan seberapa besar perubahan-perubahan yang terjadi pada berbagai variabel seperti prestasi belajar, pengalaman hidup, tingkat pendapatan dan penyakit yang diderita. 7. Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat di modifikasi oleh faktor-faktor interinsik dan eksterinstik Faktor yang paling jelas mempengaruhi pertumbuhan adalah nutrisi. Selain mempengaruhi, kecepatan pertumbuhan , nutrisi ini mempengaruhi pencapaian kedewasaan. Anak yang makannya tidak bergizi dapat dirangsang untuk mempercepat pertumbuhannya dapat memperbaiki gizinya. Dalam keadaan kelaparan, pertumbuhan dapat terhambat dan masa puber akan tertunda, tetapi bil kelaparan itu berakhir dengan memakan makanan yang semestinya, pertumbuhan akan berlangsung semestinya pula. Dapat tidaknya seseorang mencapai kurva pertumbuhan normal bergantung pada jangka waktu dan keparahan malnutrisi yang dialaminya. Pertumbuhan di pengaruhi pula oleh kesehatan fisik dan lingkungannya. Pertumbuhan, kesehatan dan kemampuan mental dapat pula dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh nutrisi awal. Di daerah-daerah terbelakang dan serba kekurangan pertumbuhan akan hanya lambat pada masa anak dan remaja, tetapi angka kematian anak dapat tinggi pula. Dari hasil penelitian dapat dibuktikan pula bahwa faktor emosional mempengaruhi pertumbuhan. Bayi dan anak kecil yang kurang mendapatkan kasih sayang ibunya akan sulit merespons atau bertambah berat badannya. Faktor interinstik yang disebutkan diatas sangat mempengaruhi proses pertumbuhan yang terjadi pada seluruh siklus kehidupan. Setelah masa bayi dan kanak-kank, otak tidak akan mendapat kesmepatan lain, karena otak tidak akan mengajar ketinggalan seperti halnya tulang yang dengan bertambahnya waktu memungkinkan seseorang mencapai tinggi badan yang seharusnya. Satu-satunya faktor yang paling krusial dalam pertumbuhan otak adalah nutrisi. Dr. Winick telah mendemonstrasikan bahwa pemecahan sel akan berhenti pada waktu yang sama baik pada anak yang nutrisinya baik maupun yang tidak baik nutrisinya. Malnutrisi berpengaruh langsung terhadap cara pertumbuhan otak. Bila anak yang baru lahir menderita kekurangan makanan (ASI) atau penggantinya secara sirius pada 6 bulan pertama, pemecahan sel akan lebih terlambat 20% dari pada yang semestinya. Bayi yang secara serius mengalami kekurangan nutrisi akan memiliki 20% lebih sedikit (kekurangan) sel-sel otaknya dibandingkan dengan yang normal. Bila bayi tidak mendpatkan nutrisi selayaknya saat dalam rahim dan setelah lahir maka dia mngkin hanya memiliki 60% dari pada seharusnya. Hal ini akan mempunyai implikasi tragis terhadap kecerdasan kelompok-kelompok sosio ekonomi dan etnik yang tidak beruntung. 8. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat masa-masa kritis Pada siklus kehidupan yang dilalui sesorang individu mungkin menghadapi masa-masa sulit. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai gangguan yang terjadi pada suatu tahap perkembangan anak tahap perkembangan yang berbeda akan menyebabkan akibat yang sangat berbeda. Misalnya virus rubella atau virus lainnya yang mematikan bila menyerang wanita hamil pada trimester pertama bisa berakibat fatal. Virus yang sama bila menyerang wanita hamil pada bulan kedelapan mungkin tidak berakibat apa-apa atau hanya sedikit saja akibatnya. Pertumbuhan akan lambat bila lingkungan tidak mamadai. Pada fase-fase awal perkembangan semua sel dan kesamaan bahwa gangguan akan berakibat serius, bila mematikan. Bila ganggunnya tidak parah, perkembangan bisa berlanjut tetapi lambat. Dr. Winick secara lebih khusus penekanan bahwa 45 bulan pertama merupakan masa pertumbuhan yang paling kritis, karena pertumbuhan otak, yang berkembang paling pesat selama dalam rahim, akan berlanjut setelah lahir dengan masa transisi pada saat sel membelah dan sel yang telah ada mulai tumbuh membesar. Menurut Wyden, pada saat-saat akhir tahun pertama sel-sel otak aka berhenti membelah. Semua pertumbuhan yang terjadi berupa pengembangan sel dalam ukuran (membesar) bukan dalam jumlah. 9. Pada suatu organisme ada kecenderungan untuk mencapai potensi perkembangan yang optimal Suatu organisme akan mencari dan berusaha untuk mencapai potensi optimal baik dalam struktur atau fungsinya. Meskipun potensi pertumbuhan seseorang banyak dipengaruhi oleh genetik, pertumbuhan anak yang nyata secara individual ditentukan oleh potensi genetika maupun kondisi lingkungan. Asumsi bahwa terdapat pertumbuhan maksimum bagi tiap individu, secara logika akan berakibat timbulnya asumsi kedua bahwa penyimpangan dari pertumbuhan optimal akan terefleksi pada pengaruh yang jelek terhadap lingkungan. Untuk menentukan pertumbuhan yang maksimum pada individu sulit ditentukan. Bisa saja dipilih dari informasi data yang ada dan mungkin berguna dalam membantu anak untuk mencapai tingkat perkembangan manusia yang optimal. Perbaikan lingkungan tidak menjamin individu menambah potensi genetiknya, walaupun hal itu mungkin saja memaksimalkan potensinya. Tugas utama yang dihadapi manusia adalah mengetahui bahwa factor-faktor non-genetik disesuaikan sehingga setiap individu menyadari potensi dirinya sendiri sepenuhnya. 10. Setiap individu tumbuh caranya sendiri yang unik Setiap individu mengalami perkembangannya sebagai suatu proses yang teratur. Bagaimanapun setiap individu dalam menjalani hidupnya dilengkapi dengan pembawaannya yang unik serta pengalaman yang bersifat pribadi yang dilalui dengan kecepatan tersendiri. Keunikan ini sangat penting untuk diperhatikan dan merupakan konsep yang perlu dipertimbangkan dalam pertumbuhan. Ibu-ibu yang mempunyai anak lebih dari satu akan dapat melihat kenyataan bahwa sejak minggu-minggu pertama kehidupan, bayi sudah menunjukkan karakter yang unik. Karena itu orang yang bertanggung jawab memelihara dan merawat bayi hendaknya memperhatikan individualitas bayi dengan merespon dan menghargai perbedaan yang terdapat pada individu-individu itu. Walapun bayi-bayi itu nampaknya sama, namun sebenarnya pada mereka terdapat perbedaan. Di samping perbedaan warna mata dan rambut, terdapat pula perbedaan telapak kaki, sidik jari dan suara yang sangat individual. Bentuk, jarak dan waktu tumbuhnya gigi menunjukkan pola yang individual pula. Pola-pola ini dapat menetap dan dapat pula berubah pada perkembangan-perkembangan bayi selanjutnya. Perilaku bayi dalam merespon lingkungan, kepada ibunya dan menghadapi situasi makan yang dihadapinya sangat unik. Tidurnya pun, yang merupakan bagian terpenting bagi pertumbuhan fisiknya dan kognitif pada tahun-tahun pertama, sangat individual sifatnya, baik mengenal lamanya waktu tidur atau sering tidaknya tidur. Para ahli berpendapat bahwa kepribadian dibentuk oleh pola hubungan yang menetap antara temperamen dan lingkungan. Bila hubungan antara keduanya harmonis maka dapatlah diharapkan terjadinya perkembangan yang sehat hubungan yang sebaiknya akan menimbulkan masalah. Karena itu, orang yang bekerja yang berkaitan dengan kepentingan anak hendaknya memahami karakteristik anak dan tuntutan lingkungan, serta mengetahui cara menjalin hubungan antara keduanya sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan baik oleh anak itu sendiri maupun oleh lingkungannya. Proses-proses dalam pertumbuhan terjadi secara serentak. Anak tumbuh dan berkembang dari keadaan yang sepenuhnya bergantung pada ibunya menjadi orang yang mampu mandiri. Anak diharapkan untuk belajar memenuhi berbagai tuntutan dan melihat dan memanfaatkan berbagai peluang dalam kehidupan. B. HAKIKAT PENGALAMAN BELAJAR Para ahlipsikologi seringkali mendefinisikan bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman. Ada juga yang mendefinisikan sebagai perolehan informasi, walapun dalam beberapa situasi anak belajar tanpa memperoleh informasi baru. Hal ini terjadi pada perkembangan keterampilan motorik yang lebih menekankan praktek mengubah perilaku secara berangsur. Belajar yang didefinisikan sebagai perubahan perilaku, mencakup pertumbuhan-pertumbuhan afektif, motorik dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain. Misalnya, perilaku yang berubah karena kelelahan, obat-obatan atau kematangan, tidak dianggap sebagai belajar. Telah banyak upaya dilakukan untuk mengintegrasikan berbagai teori belajar agar lebih memahami tentang cara manusia belajar, diantaranya Menurut Bandura sistem pengadilan prilaku yaitu : 1. Stimulus Control. Banyak prilaku manusia yang muncul dibawah pengendalian langsung dari peristiwa-peristiwa stimulus eksternal. Kegiatan-kegiatan refleksif seperti bersin, bernafas, mengedipkan mata, dikuasai oleh stimulus eksternal. Banyak pula prilaku manusia yang tadinya tidak berada dibawah pengendalian stimulus eksternal menjadi terkendali seperti yang dikondisikan. Misalnya anak kecil yang semula tidak takut setiap kali diperlihatkan tikus kemudian diperlihatkan tikus disertai dengan suatu bunyi yang keras ia menjadi takut. 2. Outcome Control. Banyak prilaku manusia yang dilakukan ditentukan untuk mencapai hasilnya bila orang bekerja untuk memperoleh ketenaran, kebahagiaan, dan persahabatan maka dapat dikatakan bahwa prilakunya itu dikendalikan oleh hasil yang akan dicapai. 3. Symbolic Control. Suatu hal yang lebih penting lagi mengenai prilaku manusia ialah pertimbangan dalam situasi-situasi tertentu perilaku itu dikendalikan oleh rangsangan ari luar maupun hasil yan dicapai. Prilaku-prilaku tersbut menurut Bandura berada dibawah pengendalian simbolik. Prilaku dapat diarahkan oleh rumusan kata-kata dari prilaku yang dikehendaki, atau dapay pula diarahkan oleh antisipasi yang diimajinasikan dari hasil yang akan dicapai. Bandura dengan hati-hati mengemukakan bahwa tidak ada suatupun aspek dari prilaku manusia harus berada di bawah salah satu sistem pengendalian tersebut. Kebanyakan prilaku kita dikendalikan secara simbolis oleh rangsangan eksternal oleh hasil-hasil yang diharapkan. Beberapa ide umum tentang pengalaman belajar. a. Keterlibatan dalam pengalaman belajar merupakan pengaruh yang amat penting terhadap pemblajaran. Keterlibatan emosional akan sangat berbeda dengan keterlibatan intlektual atau kognitif. Keterlibatan emosional tersebut mengandung perasan yang sangat kuat, mengadung risiko danbanyak hubunganya dengan pengalaman kehidupan peribadi peserta didik. Apabila peserta didik tersebut diharapkan dapat meresapi nilai-nilai seperti senang, bahagia, menghargai sesuatu benda atau orang, pengalaman belajar mereka akan menghasilkan emosi positif. b. Suasana yang bebas dan penuh kepercayan akan menunjang kehendak peserta didik tidak mau melakukan tugas sekalipun mengadung risiko. Pelajaran yang memerlukan pengertian diri, pengetahuan diri, kepercayan dan nilai-nilai tertentu, akan melibatkan berbagai tingkat risiko peribadi. Apabila resiko peribadi tersebut tinggi, peserta didik harus percaya diri sendiri dan merasa bahagia dengan keadan sekitarnya. c. Pengaruh strategi yang mendalam dapat dipergunakan namun sangat tergantung kepada beberapa aspek, misalnya usia, kematangan, kepercayan dan penghargan terhadap orang lain. Dan kebahagian guru atau pengajar juga tergantung pada latihan-latihan yang diberikan untuk mengendalikan atau menguasai aspek tersebut. d. Pada umumnya pembelajaran cendrung berpengaruh pada hal-hal khusus, seperti menghargai pendapat orang lain, mampu menilai yang bagus. Beberapa teknis yang disajikan cendrung untuk memberikan beberapa gagasan atau ide mengenai bagaimana pengajar atau guru dapat melibatkan peserta didik secara emosional. Dalam hal ini referensi atau mata pelajaran yang diberikan sangat terganung pada peserta didik, pelajaran tertentu, pengajaran atau guru lingkungan. e. Terdapat banyak sekali pengaruh-pengaruh yang dapat dipelajari sebaik mungkin dengan melalui beberapa model, yaitu pengajar baru guru yang dalam berbagai hal manyatukan pengaruh, sedangkan para peserta didik beruaha mencoba menurunnya. Dengan demikian model yang diterapkan banyak memerlukan pengalaman pendidikan secara informal. Contohnya orang itu murid baru sadar bahwa anak-anknya tidak mengenal atau tiada mau mengikuti saran-saran yang diberikan atau tidak mau meniru suatu yang dilakukan oleh orang tuanya. Hal ini perlu adanya pihak ketiga yang dapat memberikan pendidikan secara informal. C. KAITAN PERKEMBANGAN DENGAN PENGALAMAN BELAJAR Gaya belajar kita adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan di dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika disadari bagaimana kita dan orang lain menyerap dan mengelola informasi, maka akan mudahlah kita belajar dan berkomunikasi dengan gaya kita sendiri. Kepada guru diharapkan untuk menyadari bahwa setiap orang mempunyai cara yang optimal dalam mempelajari informasi baru. Dengan mengetahui gaya belajar yang berbeda ini akan membantu guru dimanapun untuk mendekati semua atau hampir semua murid hanya dengan menyampaikan informasi dengan gaya mengajar yang berbeda-beda. Pengalaman belajar seseorang sangat erat kaitannya dengan gaya belajar, cara belajarnya yang dipengaruhi oleh berbagai variabel, yaitu faktor fisik, emosional, sosiologis dan lingkungan. Sebagian orang misalnya hanya dapat belajar dengan baik dalam ruangan yang sejuk, sedangkan yang lain akan mengantuk bila sejuk, lebih menghargai ruangan yang hangat untuk belajar. Sebagian orang memerlukan musik sebagai latar belakang, sedangkan yang lain tidak dapat konsentrasi kecuali dalam ruangan yang sepi. Ada orang yang belajar paling baik secara berkelompok sedangkan lainnya hanya dapat bekerja sendiri karena lebih efektif. Pada awal pengalam belajar langkah pertama yang perlu dilakukan ialah mengenali modalitas kita visual, yaitu bagaimana penyerap informasi dengan mudah. Apakah modalitas kita visual, yaitu belajar melalui apa yang dilihat; apakah auditorial yaitu belajar melalui apa yang didengar; ataukah kinestetik yaitu belajar melalui gerak dan sentuhan. Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas itu pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya (Bobbi De Porter 1992) Michael Grinder (1991) telah mengajarkan gaya-gaya belajar dan mengajar kepada banyak instruktur. Menurut Grinder, dalam setiap kelompok terdiri dari tiga puluh murid, sekitar dua puluh orang mampu belajar secara efektif denga cara visual auditorial dan kinestetik, sehingga mereka tidak memerlukan perhatian khusus. Sedangkan dari sisanya yaitu delapan orang, sekitar enam orang memilih satu modalitas belajar dengan sangat menonjol melebihi dua modalitas lainnya. Sehingga setiap sat mereka harus selalu berusaha keras untuk memahami perintah, kecuali ketika perhatian khusus diberikan kepada mereka disesuaikan dengan modalitasnya masing-masing. Dua orang lainnya mempunyai kesulitan belajar karena sebab eksternal. Dalam mengajar guru hendaknya mampu mengomunikasikan materi dan menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai cara agar setiap anak dapat menyerap dan memahami untuk kemudian digunakan pada saat diperlukan. Agar proses belajar dapat berjalan dengan semestinya dan agar murid dapat memperoleh hasil belajar yang baik, seyogianya guru mengetahui karakteristik meraka yang visual dan kinestetik. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru dalam mengajar telah kemampuannya untuk mengajar secara bervariasi, sehingga murid-murid dengan karakteristik yang berbeda-beda dapat mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya. Sebuah pepatah Cina kuno yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, bunyinya: Saya mendengar, maka saya lupa, Saya melihat, maka saya ingat, Saya melakukan, maka saya memahami. Pepatah tersebut sejalan dengan modalitas yang telah dikemukakan yaitu bahwa murid mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda: visual, auditorial atau kinestetik. Agar murid-murid memperoleh hasil belajar dengan baik, gaya belajarnya harus sesuai denga gaya guru dalam mengajar. Pendidikan yang dilaksanakan di sekolah, di rumah maupun di masyarakat tujuannya ialah membantu dan membimbing anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar menjadi amnusia yang sanggup menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya sebagai orang dewasa. Oleh sebab itu anak merupakan faktor yang penting yang harus dipertimbangkan dalam menentukan materi pelayanan dan memilih pengalaman belajar yang sesuai dengan modalitasnya. D. ANAK BERKEMBANG SEBAGAI PRIBADI YANG UTUH Di sekolah yang tradisional, sekolah bertugas terutama untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan kepada anak, yang diutamakan ialah perkembangan intelaktual. Menurut anggapan orang tuapun anak itu dikirim ke sekolah agar menjadi pandai. Pembantukan intelaktual memang penting. Anak pandai disukai oleh guru dan orang tua. Akan tetapi karena segi pendidikan terlalu diutamakan, segi-segi lainnya kurang mendapat perhatian. Apakah anak itu dapat mengendalikan perasaannya, pandai bergaul, suka berolah raga, dan menjaga kesehatan badannya. Konsepsi tentang pengajaran kemudian berubah dan sekolah yang modern lebih memperhatikan seluruh pribadi anak itu, baik mengenai segi jasmani, emosi, sosial maupun mengenai segi intelektualnya anak dinilai tidak hanya berdasarkan segi intelektualnya. Sekolah berusaha dengan sengaja mengembangkan semua aspek pribadi anak dengan memberi bahan pelajaran yang sesuai. Sebenarnya pribadi anak itu tidak dapat dipecah-pecah atas beberapa bagian yang terpisah-pisah. Dalam segala tindakannya manusia itu bersikap sebagai suatu keseluruhan yang utuh. Bila sesorang berpikir tentang sesuatu, maka dalam proses berpikir itu tidak hanya terdapat aspek intelektual, melainkan juga aspek emosional. Demikian pula bila anak belajar, ia tidak hanya bereaksi terhadap bahan pelajaran itu secara intelektual, melainkan juga secara emosional. Ia tidak hanya memperluas atau mem perdalam pengetahuannya, melainkan menghayati pula rasa senang atau benci terhadap pelajaran itu atau terhadap guru di sekolahnya. A.Perkembangan Bahasa Bahasa adalah segala bentuk komunikasi dimana pemikiran dan bahasa seseorang disimbolkan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain.Setiap manusia mengawali komunikasinya dengan dunia sekitarnya melalui bahasa tangis.Melalui bahasa tersebut seorang bayi mengomunikasikan segala kebutuhan dan keinginannya.Sejalan dengan kemampuan tersebut serta kematangan jasmani terutama peroses bicara,komunikasi tersebut mangkin meningkat dan meluas,misalnya dengan orang disekitarnya lingkungan da berkembang dengan orang lain yang baru dikenal dan bersahabat dengannya. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengertian bahasa dan berbicara.Bahasa mencakup segala komunikasi,baik yang diutarakan dalam bentuk lisan,tulisan,bahasa isyarat,bahasa gerak tubuh dan eksperesi wajah.Sedangkan bicara adalah bahasa lisan yang merupakan bentuk yang efektifuntuk berkomunikasi,dan paling penting serta paling banyak digunakan.Perkembangan bahasa tersebut saling meningkatkan sesuai dengan meningkatnya usia anak. 1.Bahasa Tubuh Bahasa tubuh adalah cara seseorang berkomunikasi dengan mempergunakan bagian-bagian dari tubuh,yaitu melalui gerak isyarat,eksperesi wajah,sikap tubuh,langkah serta gaya tersebut pada umumnya disebut bahasa tubuh.Melalui bahasa tubuh anak,orang tua dapat mempelajari apakah anaknya menangis karena lapar,sakit,kesepian atau bosan pada waktu tertentu. 2.Bicara Bicara merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif.Semenjak anak masih bayi sering kali menyadari bahwa dengan mempergunakan bahasa tubuh dapat terpenuhi kebutuhannya.Namun hal tersebut kurang mengerti apa yang dimaksut oleh anak.Oleh karena itu baik bayi atau anak kecil selalu berusaha agar orang lain dapat mengerti maksudnya.hal ini mendorong untuk oran berbicara dan membuktikan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi yang lain yang dipakai anak sebelum pandai berbicara.Untuk anak berbicara berfungsi untuk mencapai tujuan,misalnya: 1.Sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan. 2.Sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain. 3.Sebagai alat untuk membina hubungan sosial.. 4.Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri. 5.Untuk dapat mempengaruh pemikiran dan perasaan orang lain. 6.Untuk mempengaruhi lingkungan orang lain. B.Potensi anak Berbicara Didukung oleh Berbagai hal. 1.Kesiapan berbicara Kesiapan mental anak sangat bergantung pada pertumbuhan dan kematangan otak.kesiapan dimaksud biasanya dimulai sejak anak berusia antara 12-18 bulan.pada saat inilah anak betul-betul sudah siap untuk belajar bicara yang sesungguhnya,dan pengucapan yang belum terlalu jelas. 2.Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak Anak dapat membutuhkan suatu model tertentu agar dapat melafalkan kata dengan tepat.Model tersebut dapat diperoleh dengan orang lain,misalnya dengan orang tua atau saudara,dari radio yang sering didengarkan atau dari TV,Anak akan kesulitan apabila tidak pernah memperoleh model. 3.Kesempatan berlatih Jika anak kurang mendapat latihan keterampilan berbicara akan timbul frustasi dan bahkan seringkali marah yang tidak dimengerti penyebabnya oleh orang tua atau lingkungannya,pada gilirannya anak kurang memperoleh motivasi untuk belajar berbicara berbicara yang pada umumnya disebut lamban berbicara. 4.Motivasi untuk belajar dan berlatih Memberikan motivasi untuk dan melatih anak untuk berbicara sangat penting bagi anak karena untuk memenuhi kebutuhan untuk memanfaatkan potensi anak. 5.Bimbingan Bimbingan bagi anak sangat penting untuk mengembangkan potensinya.Oleh karena itu hendaknya orang tua memberika contoh atau model bagi anak,berbicara dengan pelan yang mudah diikuti oleh anak dan orang tua siap memberikan keritik atau membetulkan apabila apabila dalam berbicara anak tersebut membuat kesalahan. C.Ganguan dalam perkembangan berbicara Faktor gangguan yang harus diatasi oleh anak dalam rangka belajar berbicara.Perkembangan berbicara sangat sulit dan rumit,dan terdapat kendala yang sering kali dialami antara lain: 1.Anak cengeng. 2.Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. Perkembangan Sosial,Moral dan Sikap B.PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial anak,peranan orang tua sangat penting ,terutama dalam mengembangkanketerampilan bergaul anak.Kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan,penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan aktifitas sosial merupakan modal dasar yang amat penting bagi anak untuk mencapai kehidupan yang sukses dan menyenangkan pada waktu yang akan dating atau meningkat dewasa.anak dpt belajar dari orang terdekat dengannya,seperti keluarga nya.Oleh karena itu orangtua sangat dianjurkan harus selalu member bimbingan dan mengajarkan cara bergaul dimasyarakat,perilaku kebiasaan orang tua harus merupakan contoh maupun teladan yang selalu ditiru dan dibanggakan oleh anaknya.Orang tua juga berkewajiban member hukuman kepada anak apabila anak bertingkah laku negative atau melakukan kesalahan. 1.Ganjaran atau Hadiah Ganjaran atau hadiah adalah berbagai bentuk asperasi atau penghargaan terhadap suatu prestasi yang telah dicapai oleh suatu kelompok anak dalam suatu aktivitas tertentu.Pada umumnya hadiah atau ganjaran diberikan setelah anak mencapai prestasi atau menghasilkan sesuatu yang dapat dibanggakan baik oleh teman,guru ,orang tua dan dirinya sendiri.Jadi ganjaran atau hadiah dimaksut tidak diberikan sebelum suatu aktivitas atau perkerjaan selesai dilaksanakan oleh anak. Fungsi Hadiah Terdapat tiga fingsi hadiah yang amat penting dalam pendidikan,yaitu: a.Memiliki nilai pendidikan b.Memberikan motivasi pada anak c.Memperkuat perilaku 2.Hukuman Hukuman merupakan sanksi fisik maupun pisikis terhadap suatu kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anak dengan sengaja.Dalam hubungan ini sukar menentukan suatu kesalahan yang dibuat oleh anak kecil,apakah kesalahan atau pelanggaran tersebut dilakukan dengan sengaja atau tidak.Kesukaran tersebut disebabkan oleh belum adanya pemahaman pada anak terhadap moral. a.Fungsi Hukuman 1.Fungsi Restriktif 2.Hukuman sebagai fungsi pendidikan 3.Hukuman sebagai penguat motivasi b.Syarat-syarat hukuman Beberapa syarat hukuman yang harus diperhatikan oleh orang tua atau guru apabila hendak menjatuhkan hukuman kepada anak-anak yaitu: 1.Sebaiknya hukuman segera diberikan kepada anak yang membuat kesalahan dan patut mendapat hukuman. 2.Diberikan secara konsisten 3.Hukuman yang diberikan harus bersifat konstruktif 5.Dalam memberikan hukuman harus disertai alasan 6.Hukuman juga dapat dipergunakan sebagai alat mengembangkan hati nurani anak,sehingga suatu saat anak dapat mengembangkan control dari dalam dirinya sendiri. 7.Hukuman yang diberikan pada waktu dan tempat yang tepat C.Perkembangan moral dan sikap Pada awal masa kanak-kanaknya,biasanya anak-anak akan mengidentifikasi dirinya denga ibu dan ayahnya atau orang lain yang dekat dengannya. 1.Imitasi Imitasi peniruan siakp ,cara pandang serta tingkah laku orang lain yang dilakukan dengan sengaja oleh anak.Pada umumnya anak mulai mengadakan imitasi atau peniruan sejak usia 3 tahun,yaitu meniru perilaku orang lain yang ada disekitarnya atau idola yang disukainya. 2.Internlalisasi Internalisasi adalah suatu peroses yang merasuk pada diri seseorang(anak)karena pengaruh sosial yang mendalam dalam kehidupan orang tersebut.Suatu nilai,atau norma dan sikap semacam itu selalu dianggap benar.Begitu nilai,norma atau sikap tersebut terinternalisasi pada diri anak sukar dirubah dan menetap pada waktu yang cukup lama. 3.Introvert dan Ekstrovert Introvert adalah kecenderungan seseorang untuk menarik diri dalam lingkungan sosialnya,minat,sikap atau keputusan-keputusan yang selalu berdasarkan pada perasaan,pemikiran da pengalamannya sendiri.Orang-orang yang berkencederungan introvert biasanya bersifat pendiam dan kurang bergaul bahkan seakan-akan tidak memerlukan bantuan orang lain,karena kebutuhannya dapat dipenuhinya sendiri. Ekstrovert adalah kecenderungan seseorang untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya,sehinga segala minat,sikap dan keputusan-keputusan yang diambil lebih banyak ditentukan oleh orang lain atau berbagai peristiwa yang terjadi diluar dirinyaOrang yang memiliki berkecenderungan ekstrovert biasanya mudah bergaul,ramah,aktif,banyak berinisiatif serta banyak temannya. 4.Kemandirian Dalam pengertian kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk berdiri sendiri tampa bantuan orang lain baik dalam bentuk material maupun moral,Sedangkan pada anak pengertian atau istilah kemandirian sering kali dikaitkan dengan kemampuan anak untuk melakukan segala sesuatu berdasarkan kekuatan sendiri tampa bantuan orang dewasa. 5.Ketergantungan Anak-anak pada usia 6-12 tahun karena kebutuhan hidupnya sangat tergantung kepada orang tua atau orang dewasa lainnya,terutama yang masih ada hubungan keluarga,misalnya kakak kandung,atau orang lain yang satu rumah dengannya.Akan tetapi karena bertambahnya usia dan perkembangan jasmani dan rohaninya,Kertergantungan tersebut makin berkurang,dan timbullah rasa ingin mandiri. 6.Bakat Bakat merupakan potensi dalam diri seseorang yang dengan adanya rasangan tertentu memungkinkan orang tersebut dapat mencapai sesuatu tingkat kecakapan,pengetahuan dan keterampilan khusus yang sering kali melebihi orang lain. Terdapat berbagai cara atau metode untuk dapat mengembangkan bakat anak tersebut antara lain: 1.Mendorong dan merangsang anak untuk mengembangkan semua minatnya. 2Memberikan pujian atau hasil anak agar anak dapat merasakan mendapatkan perhatian atau hasil karyanya. 3.menyediakan sarana dan prasarana yang cukup agar bakat anak dapat diaktualisasikan. Terdapat tiga faktor utama yang dapat mempengaruhi tampilnya bakat anak,yaitu: 1.Faktor motivasi Faktor motifasi berhuibungan erat dengan daya juang anak untuk mencapai suatu sasaran tertentu. 2.Faktor nilai Faktor ini berkaitan dengan bagaimana seseorang member arti terhadap hasil perkerjaan yang sesuai dengan bakatnya. 3.Konsep diri Anak yang memiliki konsep diri yang positif selalu berusaha berinteraksi secara timbal-balik dengan sukses yang merupakan aktualisasi bakatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar